BLOG INI BERISI KUMPULAN INFO-INFO MENARIK YANG DIRANGKUM DARI BERBAGAI SUMBER UNTUK KITA SEMUA DENGAN TUJUAN MEMAJUKAN GENERASI MUDA YANG INTELEK DAN BERWAWASAN * TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG * SILAKAN BERKUNJUNG KEMBALI DI LAIN WAKTU * INFORMASI MENARIK DAN TER UPDATE LAINNYA AKAN ANDA DAPATKAN DISINI * TERIMA KASIH *

Sabtu, 05 November 2011

e-Voting manfaatkan teknologi karya anak bangsa


 
JAKARTA (bisnis-jabar.com): Pemilihan umum elektronik (e-voting) yang direncanakan diterapkan untuk pemilu mendatang akan memanfaatkan teknologi “Direct Recording Engine” (DRE) hasil inovasi anak Bangsa.

“Teknologi yang digunakan adalah DRE yang merupakan hasil inovasi anak bangsa,” kata Direktur Pusat Teknologi Informasi dan dan Komunikasi (PTIK) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza di Jakarta, hari ini. Hammam menjelaskan teknologi DRE penggunaannya seperti mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan menggunakan layar sentuh dimana semua pilihan kandidat tertera dan dipilih langsung.
“Setelah dipilih diminta verifikasi apakah pemilih setuju atau tidak dengan kandidat yang dipilihnya, jika salah memencet dapat dibatalkan dan dipilih ulang,” katanya.
Setelah dipilih langsung, maka mesin akan mengeluarkan kertas atau “struk” dan “struk” tersebut yang nantinya akan dimasukkan ke dalam kotak suara. Struk berfungsi sebagai bukti jika ada sanggahan bahwa hasil penghitungan meragukan.
Sebenarnya, hasil suara sudah langsung masuk dalam tabulasi setelah dipilih dan tidak perlu dihitung secara manual.
Di beberapa negara maju maupun berkembang, teknologi e-Voting telah banyak digunakan karena dapat membantu mempersingkat waktu proses pemungutan dan penghitungan suara serta mengurangi risiko kesalahan dalam prosesnya.
Keunggulan
E-voting menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan cara konvensional yaitu akurasi sebab kecil kemungkinan merekayasa suara, demokratis dimana hanya pemilih yang berhak yang dapat memilih dan setiap pemilih hanya dapat memilih satu kali.
Keunggulan lainnya adalah bersifat rahasia karena tidak ada yang dapat mengetahui pilihan pemilih, perhitungan hasil lebih cepat dimana tabulasi data lokal dilakukan “real time” oleh mesin, pengiriman suara langsung dari tempat pemungutan suara ke Komisi Pemilihan Umum.
Juga transparan sebab hasil dapat diaudit serta efisiensi biaya karena tidak memerlukan kertas suara, cukup mesin e-Voting yang multifungsi dan kertas/ struk.
Menurut Hammam, teknologi yang digunakan ada beberapa macam dan nantinya akan ditentukan mana yang paling cocok.
Hammam mengatakan, biaya yang diperlukan hanya sekitar Rp5 juta -Rp7 juta per kios. Biasanya satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) punya beberapa bilik dan disetiap bilik ada satu kios.
Penerapan e-voting membutuhkan basis e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) yang memang juga sedang dibangun pemerintah dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).
Panitia pemilihan wajib menggunakan database SIAK ini untuk dijadikan Daftar Pemilih Sementara (DPS), dan setelah proses verifikasi ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). (fsi)

0 komentar:

Poskan Komentar

silakan beri komentar untuk konten ini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons