BLOG INI BERISI KUMPULAN INFO-INFO MENARIK YANG DIRANGKUM DARI BERBAGAI SUMBER UNTUK KITA SEMUA DENGAN TUJUAN MEMAJUKAN GENERASI MUDA YANG INTELEK DAN BERWAWASAN * TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG * SILAKAN BERKUNJUNG KEMBALI DI LAIN WAKTU * INFORMASI MENARIK DAN TER UPDATE LAINNYA AKAN ANDA DAPATKAN DISINI * TERIMA KASIH *

Sabtu, 05 November 2011

ISRA, Radar Karya Anak Bangsa


 

Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Suharna Surapranata, Rabu (10/02) lalu, meninjau Stasiun Uji Radar ISRA (Indonesian Sea Radar) milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Menara Mercu Suar, Desa Cikoneng Kecamatan Anyer Propinsi Banten.

Menurut Kepala LIPI Prof. Umar Anggara Jenie, kunjungan kerja Menristek tersebut dilaksanakan dalam rangka Program 100 Hari Kementerian Riset dan Teknologi Kabinet Indonesia Bersatu II.

“ISRA merupakan salah satu penelitian unggulan LIPI yang telah diajukan ke Ristek sebagai bagian dari Program 100 Hari Kementerian Riset dan Teknologi Kabinet Indonesia Bersatu II,” kata Umar.


Ia menjelaskan ISRA adalah radar hasil karya anak bangsa yang dihasilkan oleh peneliti-peneliti dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi (PPET) LIPI yang baru saja diluncurkan bertepatan pada HUT LIPI ke-42 bulan Agustus 2009 lalu.

Ketua Bidang Telekomunikasi PPET LIPI yang juga peneliti ISRA, Dr.Mashury Wahab menjelaskan radar tersebut memiliki arti penting yakni digunakan untuk memonitor pergerakan kapal di wilayah perairan Indonesia dan sebagai pemandu kapal besar di pelabuhan agar tidak bertabrakan. ISRA juga sangat bermanfaat untuk mendukung sistem pengamanan di wilayah perairan barat Indonesia.

"ISRA juga bisa digunakan untuk mengantisipasi masuknya kapal laut pendatang ilegal, seperti daerah pantai di pulau terluar atau Selat Malaka yang rawan didatangi kapal asing tanpa izin," katanya.

Kelebihan ISRA selain karya anak bangsa juga karena menggunakan teknologi terbaru di bidang radar, yakni teknologi FM-CW (frequency-modulated continuous wave). Mashury menjelaskan, dengan menggunakan teknologi ini, ukuran dan konsumsi daya radar menjadi jauh lebih kecil.

"Frekuensi kerja ISRA adalah pada pita X-Band (9.4 GHz), menggunakan dua antena pemancar dan penerima yang bekerja bersamaan dan berbentuk modular serta mempunyai daya pancar maksimum 2 Watt dengan penguatan (gain) antena 30 dB," jelasnya.

Lebih lanjut Mashury menjelaskan keunggulan lain yang dimiliki ISRA adalah radar ini termasuk kategori quiet radar (LPI = Low Probability of Intercept) yang tidak menganggu sistem radar lain di sekitarnya.

Bahkan ISRA tidak terdeteksi radar scanner oleh pihak militer, dan memiliki sistem target tracking sesuai ARPA (Automatic Radar Plotting Aids) yang ditetapkan IMO (International Maritime Organization) serta terintegrasi dalam jaringan radar untuk memperluas daerah liputan.

Dalam kesempatan yang sama, Mashury juga menjelaskan pemasangan ISRA di Menara Mercu Suar Pantai Anyer karena lokasi ini berdekatan dengan Selat Sunda yang cukup ramai lalu-lintas kapalnya.

"Lokasi ini dipinjamkan oleh Ditjen Hubungan Laut Dephub," papar Mashury.

Mashury berharap penelitian radar mendapat perhatian lebih dar