BLOG INI BERISI KUMPULAN INFO-INFO MENARIK YANG DIRANGKUM DARI BERBAGAI SUMBER UNTUK KITA SEMUA DENGAN TUJUAN MEMAJUKAN GENERASI MUDA YANG INTELEK DAN BERWAWASAN * TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG * SILAKAN BERKUNJUNG KEMBALI DI LAIN WAKTU * INFORMASI MENARIK DAN TER UPDATE LAINNYA AKAN ANDA DAPATKAN DISINI * TERIMA KASIH *

Senin, 20 Februari 2012

10 Penumpang Aneh Yang Pernah Keluar Angkasa


Share |

Pada umumnya penumpang itu adalah manusia, baik itu di darat, laut, udara ataupun keluar angkasa.

Untuk keluar angkasa manusia sering menjadi penumpang tetapnya, namun disini ada 10 penumpang aneh yang pernah merasakan perdi keluar angkasa :

1. Katak

Katak betina dibawa dalam misi Endeavour pada September tahun 1992. Tujuannya adalah melihat pengaruh kondisi mikrogravitasi terhadap perkembangan berudu. Separuh telur yang dihasilkan katak betina itu ditaruh dalam sentrifugasi untuk simulasi lingkungan normal, sementara separuhnya dibiarkan. Hasilnya, semuanya tumbuh normal tetapi berudu yang dibiarkan dalam kondisi mikrogravitasi kesulitan menemukan permukaan air saat kembali ke Bumi.

2. Tupai

Dua tupai dibawa dalam misi Challenger bulan Mei, 1985. Setiap tupai dinamai No 3165 and No. 384-80 dan dibawa untuk mengetahui pengaruh kondisi mikrogravitasi pada perilaku makan. Hasilnya, dalam kondisi mikrogravitasi, tupai menjadi sering ngantuk dan kehilangan nafsu makan.

3. Sperma bulu babi

Sperma ternyata bergerak lebih cepat di kondisi mikrogravitasi. Hal itu diketahui saat NASA membawa sperma bulu babi ke antariksa. Sperma hewan itu dibawa lewat misi Atlantis pada tahun 1997.

4. Ikan transparan

Ikan transparan berjenis Medaka dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia tahun 1984. Ikan-ikan itu bernama Genki, Cosmo, Miki, dan Yume. Di luar dugaan, ternyata ikan-ikan itu bisa bereproduksi dan menghasilkan anakan banyak. Peneliti berharap, berdasarkan hasil ini nantinya manusia bisa mengembangbiakkan ikan di antariksa.

5. Telur ngengat

Telur ngengat dibawa dalam misi Endeavour tahun 1994. Hasil penelitian dengan ngengat menunjukkan bahwa hidup ngengat lebih pendek dan steril.

6. Cacing

Bereksperimen dengan cacing yang dibawa dalam misi Columbia tahun 2003, astronot berhasil mengembangbiakkan cacing. Ini membuktikan bahwa penggunaan nutrisi sintetis berhasil.

7. Lebah madu

Sebanyak 3.000 lebah madu dibawa dengan pesawat ulang-alik Challenger tahun 1984. Hasilnya, di antariksa ternyata lebah madu juga berhasil membangun sarang yang tebal dan tak kalah menariknya dibandingkan dengan di Bumi.

8. Ubur-ubur

Sebanyak 2.478 ubur-ubur dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia dalam misi tahun 1991. Selama sembilan hari misi, polyp dari ubur-ubur berhasil tumbuh ke tahap hidup selanjutnya yang disebut ephyrae.

9. Tikus

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari eksperimen tikus yang dibawa dengan pesawat ulang-alik Columbia tahun 1998, tikus yang berkembang di kondisi mikrogravitasi punya otak yang kurang berkembang, otot yang menyusut, dan kesulitan memperbaiki tulang yang rusak.

10. Cumi-cumi

Cumi-cumi dibawa dalam misi Endeavour terakhir tahun ini untuk mempelajari bakteri yang hidup di permukaannya. Salmonella, jenis bakteri itu, berubah tiga kali lebih mematikan setelah kembali dari antariksa.

(online Wired, kompas.com)
 

1 komentar:

khusnul marlia mengatakan...

Rajalistrik.com

Poskan Komentar

silakan beri komentar untuk konten ini

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons